Selasa, 27 November 2007

Radio Hard Rock




Radio kedua yang kami kunjungi sewaktu SE di Bandung, Jumat 16 November 2007, adalah Hard Rock Radio. Radio berfrekuensi 87,70mhz ini memiliki cabang di beberapa tempat seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung. Radio ini bermotto “Life Style and Entertainment Station”. Segmentasi pasar dari Hard Rock Radio adalah untuk kalangan eksekutif muda. Tujuan dari radio ini adalah menghibur para eksekutif muda dan menginformasikan tentang lagu-lagu pop terbaru serta gaya hidup yang sedan in saat ini agar meskipun sudah berkecimpung di dunia kerja, mereka tetap tahu perkembangan terbaru saat ini. Sistem penyiaran di radio ini ditunjang dengan menggunakan alat-alat teknologi komunikasi yang terbaru seperti internet, request via sms, dll. Melalui kunjungan ini, kami mendapatkan banyak sekali pengetahuan baru khususnya tentang proses kerja beserta hambatan-hambatan serta solusi yang dapat dipraktekan dalam dunia kerja kami nanti.

Radio OZ






Salah satu radio yang kami kunjungi saat SE di Bandung pada Jumat, 16 November 2007 adalah OZ Radio. Radio OZ adalah sebuah radio siaran yang mampu bertahan dalam membuat format dan mengelola radio siaran yang sama untuk anak muda sejak didirikan apada 1971 silam. Selama kurun waktu tersebut, radio OZ menjadi pelopor berbagai inovasi radio . Sistem penyiaran di radio ini ditunjang dengan menggunakan alat-alat teknologi komunikasi yang terbaru seperti internet, request via sms, dll. Radio Oz juga mengawali babak baru jejaring radio siaran, diawali dengan radio OZ 94,4 FM Bandar Lampung, Radio OZ 89,2 FM palembang, dan radio OZ 101,2 FM Bali. Semua itu menjadikan Radio OZ makin handal dalam mengelola dan menyampaikan pesan kepada target yang dituju.Format radio OZ adalah format radio yang menyajikan : Hiburan mUsik, gaya Hidup, Automotif, Gossip, Info Artis Idola, Teknologi, Olah Raga, Quiz. Aktifitas Off air dikemas dengan menarik dan diperbaharui setiap waktu. Semua kesatuan tersebut mampu memperkuat image, beserta pesan yang dibawanya dan “Station Panutan” adalah tag line yang memacu untuk tetap menjadi radio anak muda yang dinamis, kreatif dan tetap menjadi trendsetter. Melalui kunjungan ini, kami mendapatkan banyak sekali pengetahuan baru khususnya tentang proses kerja beserta hambatan-hambatan serta solusi yang dapat dipraktekan dalam dunia kerja kami nanti.

The Jakarta Post






Sehabis mengunjungi kantor Trans 7, kami segera meluncur ke kantor The Jakarta Post. Kunjungan ini merupakan kunjungan SE kami yang terakhir di Jakarta. Sehabis kunjungan ini, kami langsung check out dan berangkat ke Bandung. Pada Kamis, 15 November 2007 itu, kami disambut dengan hangat oleh seorang wartawan senior, Hari Bhaskara, yang juga menjadi trainer bagi para jurnalis muda dan juga oleh seorang pegawai yang mendampingi beliau. Dalam sesi tanya jawab, yang pertama dijelaskan adalah mengenai sejarah berdirinya The Jakarta Post. The Jakarta Post lahir tahun 1983. Koran ini ditujukan bagi para orang asing yang tinggal di Indonesia. Oplah dari koran ini yaitu 30.000 eksemplar yang berisi 24 halaman. Proses produksi koran ini sudah sangat maju dan sudah menggunakan mesin cetak yang canggih dan tidak lagi mencetak huruf dengan menggunakan timah panas seperti yang digunakan oleh para jurnalis di jaman dulu. Karena koran ini berbasis Bahasa Inggris, maka mereka merekrut berita dari berbagai kantor berita asing seperti Reuters (Inggris), Kyodo (Jepang), dll. Kami juga dijelaskan cara mencari berita yang diawali dengan jurnalis mencari berita, mengedit, membuat layout sampai dengan pencetakannya. Untuk karyawan yang bekerja di The Jakarta Post minimal harus memiliki sertfikat TOEFL 550. jumlah pekerja di koran ini hanya 45 orang. Dari ke 45 orang tersebut, ada beberapa diantaranya yang merupakan watawan asing yang dijadikan sebagai konsultan bahasa dan konsultan penulisan berita agar berita yang disajikan dapat dinilai dari berbagai sudut pandang khususnya dari cara pandang orang asing yang akan membaca berita tersebut. Koran The Jakarta Post memiliki falsafah yang sangat unik yaitu “Membentuk Masyarakat Demokratis Yang Percaya Pada Masyarakat Pluralis”

Public Relation of Trans 7






Pada Kamis, 15 November 2007, kunjungan pertama kami adalah ke kantor Trans 7. Di Trans 7, kami disambut oleh 2 orang PR Trans 7. Di Trans 7 kami banyak mendapatkan pengetahuan baru. Antara lain kami dapat melihat langsung proses syuting acara berita TKP yang ditayangkan secara live. Selain itu kami dapat melihat studio-studio hard set lengkap beserta settingan studio dari berbagai acara yang selama ini disiarkan di Trans 7. Dalam sesi tanya jawab, kami juga jadi tahu bagaimana cara penilaian ratting Televisi yang ternyata dinilai dengan menggunakan bantuan satelit dan remote TV yang sudah disebarkan pada beberapa sample penonton yang disebar ke berbagai umur, golongan dan status ekonomi. Stasiun TV yang bermotto “Cerdas, Tajam, Menghibur dan Membumi” ini, memiliki beberapa jenis acara seperti Berita, Magazine and Documentary, Hiburan, Infotainment, Sport dan Acara anak-anak. Melaui kunjungan ini, kami dapat melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk proses syuting seperti kamera, lampu, studio, dll, yang semuaya sudah menggunakan teknologi yang canggih.

Public Relation of The Batavia Hotel


Kunjungan SE kami di Jakarta berorientasi pada kosentrasi PR dan Broadcast Radio. Hari kedua SE, Selasa, 13 November 2007, Untuk kunjungan PR, kami mengunjungi PR Hotel tempat kami tinggal yaitu PR dari The Batavia Hotel. Melalui sesi diskusi yang dilakukan oleh PR Hotel yang bersangkutan, kami jadi tahu bahwa kerja PR tidak hanya berbicara saja. Seorang PR juga harus bisa mendesain brosur, pamflet, dan pandai menguasai berbagai bahasa agar dapat mempermudah komunikasi dengan relasi dari negara lain, juga seorang PR harus mengetahui penggunaan berbagai teknologi komunikasi yang terbaru yang dapat digunakan untuk mempermudah publikasi perusahaan dan dalam hal membangun relasi dengan perusahaan lain. Sesi tanya jawab yang dilakukan cukup aktif. Peserta SE banyak bertanya seputar cara kerja serta hambatan-hambatan dan bagaimana cara menghadapi pers dengan sopan namun tetap menjaga nama baik perusahaan di tempat sang PR bekerja. Kunjungan ini bermanfaat bagi para peserta SE khususnya yang nantinya akan mengambil kosentrasi Corporate Communication.

Mirage Post Production



Kunjungan hari kedua Peserta, Selasa 13 november 2007, SE diisi dengan kunjungan di Mirage Post Production yang merupakan salah satu perusahaan advertising di Indonesia. Pada kunjungan kali ini, kita dapat melihat bagaimana suatu iklan dibuat, mulai dari proses penggambaran yaitu pembuatan karikatur sampai dengan kita melihat jadinya satu iklan yang sudah dikemas secara komplit dan menarik. Dalam pembuatan suatu iklan, pengerjaan dibagi dalam dua bidang yaitu off line dan on line. Pegawai yang bekerja di bagian off line, membuat iklan yang masih belum bergerak atau baru desain awalnya saja. Sedangkan pegawai yang bekerja dibagian online, bekerja dalam proses pembuatan iklan yang sudah menggunakan animasi. Memang perusahaan ini sudah cukup canggih, namun kekurangannya, dalam proses penggambaran, mereka masih menggunakan cara manual yaitu dengan menggambarnya di meja dan kertas gambar khusus untuk karikatur. Kunjungan ini membuat peserta jadi tahu bagaimana proses pembuatan suatu iklan, lengkap beserta dengan program-program komputer yang digunakan.



Selasa, 06 November 2007

TIdak ada kata TeRLamBat UnTuK Belajar^_^


hiii...

this my first time to using blog...hehe^_^

kayaknya telat banget ya..saat semua orang udah punya blog, aku baru buat sekarang..hohoho...yang penting, menurutku, ga ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru..

sebenarnya baru buat blog sekarang bukan karna gaptek sie...aku juga uda banyak tau ttg blog...tapi selama ini males buatnya..hehe..

buat yg belum buat blog, yuk kita sama2 belajar, biar tetap tau teknologi terbaru saat ini.Buat yg udah, improve ur skill N make good article^_^